Sudah biasa dibahas di media manapun, dan baru sekarang bisa merasakan sendiri. Berikut komentar tentang barang ini setelah beberapa minggu menggunakannya:

  • Tiga kekuatannya: prosesor/memori, batere, dan kamera
  • Satu lagi kekuatannya: branding. Diposisikan orang pakai iPhone itu selalunya orang berada, cocok untuk orang yg perlu berinteraksi dgn orang banyak, padahal nggak juga sih, biasa aja kali.
  • Prosesor/memori nya: Prosesor iPhone terkini yang kencang, hampir tidak ada itu lag. Memori nya lebih besar daripada iPhone 7 biasa (2GB), dia ini 3GB
  • Memori gede itu gunanya apa? Gunanya adalah semua tab Safari kamu nggak akan di refresh, tapi tetap tersimpan di memori. Begitu juga multitasking, aplikasi biasanya nggak akan di start ulang, semuanya di load dari memori
  • Batere katanya sih 2900mAh. Cukup besar untuk tidak bikin kita jadi chargerhugger dan pengeteng powerbank. Cabut charge jam 0530, jam 2030 baru masuk charge lagi, bertahan dari matahari terbit sampai matahari terbenam. Dengan catatan cuma untuk makan WA & light application usage. Kalau mau agak nyedot batere ya main games aja atau LTE tethering ke laptop
  • Kamera nya dual lens, support 2x optical zoom & 10x digital zoom yang cukup oke & nggak grainy. Lebih bagus daripada iPhone 7. Dan dia support fitur bokeh portrait utk bikin depth field, jadi tanpa DSLR sekalipun anda bisa bikin foto portrait sekelas fotografer profesional (ciee). Sayangnya kalau dibandingkan dgn Galaxy S7 Edge atau S8/S8+ untuk low light saya cek masih kalah bagus
  • Honestly, ini handphone untuk family man: performa kencang, batere gede, kamera bagus untuk bawa keluarga jalan-jalan & liburan. Aplikasi chat stabil untuk sekian puluh group WA, upload foto, sesekali buka attachment Office documents, semuanya lancar
  • Layarnya mantap, apalagi warna Jet Black, hampir nggak terlihat beda antara cover handphone dan layar berwarna hitam, warna hitamnya pun hitam banget
  • TouchID enak dipakai, kencang, sayangnya belum support fitur payment di Indonesia. Beberapa aplikasi yg sudah support TouchID yg saya suka pakai: 1Password, Authy, Paypal, CitiBank Mobile, bahkan Microsoft Outlook
  • Kekurangannya sih harganya cukup mahal bagi kebanyakan orang yang menginginkan smartphone yang cukup waras dipakai menghadapi beberapa aplikasi sosial media (FB, Twitter, WA, IG, Path, BBM, Line, dsb) dengan sekian group chat
  • Nggak ada headphone jack? Yang penting dongle bawaan itu jangan hilang, kalaupun hilang di Toped & BL banyak yang jual. Dan ternyata sehari-hari saya agak jarang pakai headphone di iPhone ini, sesekali saja. Dan speaker nya kenceng banget
  • Mindahin contact & SMS dari Android cukup pakai aplikasi Move to iOS di Android, sekali sikat selesai semua content kepindah semua, kecuali phone call log. Tapi apakah semuanya? not exactly
  • Secara umum, hampir semua apps di Android ada di iOS. Semua aplikasi Google pun ada di iOS, sayangnya Google Keyboard belum support Indonesia dictionary prediction. Untungnya keyboard iOS ada prediction bahasa Indonesianya, jadi lumayanlah nggak terlalu lambat ngetik di iOS
  • iOS ini tertolong dgn aplikasi Microsoft yg sudah banyak pindah ke cloud semua, terutamanya Office 365, jadinya orang kerja nggak ragu pindah. Kalau utk games sih memang paling top sebagai platform mobile games
  • Mindahin Group WA dari Android ke iOS ternyata nggak mulus, sebab backup chat WA di Android yg disimpan di Google Drive ternyata nggak bisa diakses dari WA for iOS yang hanya bisa backup ke iCloud. Akhirnya seperti kata Freddy Mercury dalam lagunya Mustapha, "Wa 'alaikum salam hei!!!" chat nya baru semua. Untung hanya 2-3 chat saya yg bisa dibackup manual
  • Aplikasi iOS itu kebanyakan berukuran gede, dan sering minta update. Sekilas diharapkan penggunaan paket data di iPhone itu lebih besar daripada Android. Untungnya sebelum dapat sudah pindah paket ke paket berukuran besar di atas 10GB per bulan. Lebih baik lagi matikan auto update untuk apps agar tidak mengkonsumsi paket data, dan mengupdate apps via WiFi
  • Kalau mau cari fitur-fitur, banyak smartphone lain yg lebih baik: Android. Bisa NFC, ada headphone jack, bisa dimacem-macemin. Kalau mau speed, performance, stability, sampai akhirnya cukup membosankan, silakan pakai iPhone. Bandingannya seperti mobil SUV dengan mobil sport.
  • Kalau sudah pakai MacBook Pro dan iPhone, memang tergoda untuk lanjut dgn Apple Ecosystem: iPad (sudah ada, tapi jarang dipakai, cuma enak buat baca ebook PDF/ePub doang), Apple Watch (kemahalan utk sebuah notification center yg nempel di tangan kiri & musti dicharge tiap malam) dan Apple TV (belum ada TV Full HD/4K dedicated). Cuma pengen ganti MacBook Pro jadi model yg baru dgn memori & SSD lebih gede

Sementara itu dulu. Wassalam.