Istilah hyperconvergence atau kesatuan antara server & storage (dan network nya kalau bisa) di industri private cloud & enterprise datacenter menjadi hit dalam 1 tahun terakhir. Ini adalah salah satu cara vendor server & virtualisasi untuk memberikan value kepada customer daripada hanya sekedar jualan server dan storage.

Teknologi virtualisasi membuat hal-hal yang dulunya mustahil menjadi mungkin. Kebayang nggak, kalau dulu sebuah medium enterprise bisa punya datacenter yang isinya hanya 1-2 rak, yang berisi 3-4 server high performance yang mampu menghosting sekian ratus VM yang menyimpan semua server yang diperlukan oleh enterprise tadi? Jika dahulu untuk menyimpan semua server itu memerlukan satu baris rak berisi 10 rak, dengan masing-masing berisi 10-20 server, maka jumlah ruangan server bisa dihemat sampai 80 persen nya. Bayangkan penghematan listrik dan biaya pendinginnya.

Ada beberapa platform yang mendorong berkembangnya hyperconvergence, yaitu teknologi yang dikembangkan oleh beberapa vendor virtualisasi untuk mengintegrasikan storage system dalam sistem virtualisasi mereka. Beberapa contohnya adalah:

  • VMware VSAN (Virtual SAN)
  • Simplivity
  • Nutanix

Solusi lainnya yang cukup sederhana adalah:

  • FreeNAS 9.10 (Corral)
  • Proxmox

Yang cukup menarik adalah solusi yang sederhana di atas memanfaatkan teknologi filesystem opensource bernama OpenZFS, yang mensyaratkan beberapa hal berikut:

  • Server Intel x86
  • Memori besar (mudahnya adalah: total jumlah disk X dalam TB mensyaratkan jumlah memori X dalam GB, misal total jumlah disk anda adalah 192 TB, maka memori yg anda perlukan di sistem untuk menjalankan file system ZFS secara optimal adalah 192 GB
  • Jumlah disk berukuran besar dengan casing system hotplug dgn jumlah 12, 24, 36, bahkan sampai 60, 72, dan 90 disk
  • Harddisk berukuran besar (misal 6-8TB ke atas)
  • Disertai beberapa flash drive SSD sebagai caching disk, dengan slot SAS atau NVMe
  • High performance networking (10G ethernet) menggunakan 10GE switch yang saat ini juga hadir di industri dengan harga yang makin hari makin ekonomis

Yang menarik adalah dengan solusi hyperconvergence seperti ini membuat pengadaan server fisik menjadi sangat mudah, karena anda hanya menyediakan satu macam tipe server, storage, dan networking.

Dengan solusi ini, maka anda sekarang dapat berpikir lebih jauh untuk membuat sistem private cloud dalam enterprise anda menjadi lebih handal, dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • berinvestasi server redundan yang memiliki backup redundan. Anda baiknya merencanakan server dedicated untuk backup tersendiri
  • menjalankan backup kepada VM yang critical menuju server backup dedicated tadi, sehingga anda punya skema disaster recovery jika terjadi kegagalan
  • menjalankan sistem load balancer baik menggunakan VM di dalam private cloud maupun physical appliances
  • Mendesain aplikasi anda menggunakan arsitektur three-tier: front-end services, middleware services, dan backend database services. Masing-masing services memiliki lebih dari satu VM yang di-load-balance
  • Backend database (biasanya berbasis SQL, spt MySQL, PostgreSQL, Oracle Database dan Microsoft SQL Server) dikonfigurasi dalam konfigurasi clustering dan menjalankan replikasi data untuk mengatasi kegagalan service

Gitu dulu aja kali ya.